Maksimalkan Produksi Bawang Dengan Paket MKD

Maksimalkan Produksi Bawang Dengan Paket MKD

Sebentar lagi (april), akan memasuki musim tanam bawang merah. Seperti diketahui, bawang merah lebih cocok ditanam diluar musim basah, karena produksinya bisa optimal. Dengan catatan, perlakuan dan perawatan tanaman dilakukan secara maksimal.
Umumnya, hama menjadi kendala utama yang dihadapi petani saat tanam kering, meski tak menutup kemungkinan muncul juga serangan penyakit. Pada bawang, hama yang sering ditemui adalah ulat grayak (spodoptera exigua), thrips, kutu daun, orong-orong, dan pengorok daun. Sedangkan penyakitnya seperti bercak ungu dan busuk umbi.
Untuk menghindari kerugian, langkah terbaik adalah melakukan antisipasi (pencegahan) seperti pengalann Bajuri, Dari awal tanam sudah harus dicegah, karena kalau sudah terserang lebih susah mengendalikannya ujar petani menggarap bawang merah di lahan seluas 2,5 hektar di Desa Gagasari, Kec. Gebang, Cirebon, jawa barat.

Petani 51 tahun ini mengaku menggunakan paket pengendalian hama penyakit bawang dari PT. Mitra Kerasidharma (MKD), untuk membanru tanamannya tetap sehat dan memaksimalkan produksi. Metindo 40 SP sudah diaplikasikan sejak awal tanam dengan dosisi 20 g per tanki (17 liter). Disusul dengan aplikasi Klopindo (mengendalikan kutu daun dan thrips) Spartan (untuk hama pengorok daun) seminggu kemudian. Metindo ini sangat ampuh untuk mengendalikan ulat grayak mulai telurnya, terang Bajuri yang mengaku melakukan interval penyemprotan 3 hari sekali.
Sementara untuk mencegah penyakit, ia menggunakan Nemispor 80 WP dan folirfos dengan dosis sama.  Paket pengendalian dari MKD membantu panen bawang saya bisa maksimal, tutup Bajuri sangat puas.